No Comments

Bayi Lucu? Kok Bisa sich?

bayi-lucucu

bayi-lucucu-2300776-2730331

Dalam sebuah eksperimen Sekelompok peneliti dari Cardiff University’s School of Psychology ,bahwa bayi mempelajari humor melalui sebuah proses mimikri, yaitu sebuah proses menirukan tingkah laku pihak lain, misalnya orang tuanya. Dalam penelitian tersebut para peneliti melontarkan sebuah gurauan kepada bayi dan memperhatikan reaksi mereka.

Ketika Sista, pasangan atau orang lain di lingkungan bayi sering menirukan suara binatang atau berbicara pada bayi Sista dengan suara-suara aneh untuk membuatnya tertawa,  bayi Sista belajar tentang cara melontarkan humor atau melucu. Bayi pun telah mampu membedakan antara mana yang humor dan mana yang bukan humor.

bayi-gaya-1225775-8301886

Ternyata bayi mempelajari berbagai tingkatan humor sesuai dengan pertambahan usianya. Bayi mulai belajar humor saat berusia 18 bulan dan pada usia 2 tahun bayi sudah mampu membedakan humor mana yang benar-benar lucu atau tidak lucu sama sekali.

dari hasil penelitian tersebut dapatlah kita ketahui, bahwa kita, orangtuanya yang berada didekatnya, mempunyai peranan penting untuk menumbuhkan sence of humor anak-anak kita. Karena dari orang-orang yang sering dijumpainya lah bayi belajar humor. Jadi, jangan ragu untuk meningkatkan sense of humour Sista, karena menjadi orang tua yang humoris dapat mencetak anak-anak yang humoris, dan manusia yang humoris itu mempunyai keuntungan yang banyak loh! Berikut beberapa keuntungan sifat humoris :

1. Seseorang yang memiliki sence of humor, pasti menciptakan suasana yang ceria di mana pun ia berpijak dan dengan siapa pun dia berinteraksi, hal tersebut menjadikan seseorang makin dicintai oleh lingkungannya.

2. karena mampu menciptakan suasan yang ceria, seorang yang humoris, biasanya mudah diterima lingkungan, sehingga dengan  hal tersebut ia akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat berinteraksi dengan orang lain.

3. Humor membantu seseorang mengatasi stres dan meningkatkan sikap hidup yang positif.

4. Humor juga membantu seseorang dalam mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat.

5. Para ahli mengatakan, humor dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Sista tak perlu menjadi komedian atau pelawak untuk bisa menjadi orang tua yang humoris. Cobalah untuk bereksperimen dengan menirukan suara binatang, berbicara pada bayi dengan suara yang berbeda, atau menirukan dialog tokoh kartun di televisi untuk mengetahui apakah hal yang benar-benar lucu dan dapat membuat bayi Sista tertawa.

You might also like
Tags: , , , ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu