No Comments

Hormon Ayah

hormon-ayah-2

hormon-ayah-6264780-8087653

Sista tahukah bila ternyata pria yang sedang menjadi calon ayah juga mengalami erubahan hormon sama halnya dengan yang terjadi pada calon ibu. Ketika pasangannya hamil, hormon pria juga mengalami perubahan, di mana mereka juga mengalami fluktuasi mood yang tidak dapat dijelaskan, ataupun dimengerti.

Hormon laki-laki mempunyai pengaruh besar terhadap psikologi calon ayah, seperti rasa panik, kekwatiran, bangga dan lain sebagainya. Dan tentu saja perasaan-perasaan tersebut akan menjelma menjadi sukacita yang luar biasa ketika suara tangisan pertama bayi terdengar di kamar bersalin.

Keajaiban seorang bayi mungil tak hanya mampu mengubah kehidupan ibunya, namun juga akan menjadikan si ayah semakin tangkas dalam banyak hal, baik dalam perannya menjadi sosok seorang pendamping, maupun sebagai seorang ayah. Menurut pakar psikologi USA, Louann Brizendine, pria mengalami perubahan hormon laki-laki yang sangat besar, terutama saat menanti kelahiran sang buah hati.Dan puncaknya berada selama kurang lebih enam minggu sebelum pasangan melahirkan bayi mereka.Hasil riset Brizendine mengungkapkan bahwa pada fase ini, lelaki memilikit hormon stres, cortisol, yang cukup tinggi.

Louann Brizendine menyebut bahwa laki-laki menjadi lebih sensitif akan kebutuhan buah hati mereka, mereka akan mau melakukan hal-hal yang tidak terpikir sebelumnya seperti mengganti popok, memandikan bayi dan lain sebaginya yang semuanya itu dilakukan dengan bahagia. Hormon tersebut cukup efektif membuat mereka sanggup bangun dini hari hanya untuk mengganti popok atau mengendong bayi untuk meninabobokan bayi mereka kembali dan lainnya. Perubahan hormon ini bisa dikatakan titik awal kedewasaan dari para ayah baru.

Kadang-kadang si calon ayah menjadi sangat stres dan gelisah. Belajar lebih banyak lagi tentang proses kelahiran bayi dan share pengalaman dengan teman-teman yang telah menjadi ayah dapat menjadi solusi kegelisahan dan stes tersebut.

Sebaliknya, hormon testosterone ayah, yang terkait dengan agresivitas, akan turun drastis pada bulan di mana si bayi diprediksi akan lahir. Hal ini sungguh harmonis dengan kebutuhan semua makhluk hidup di mana seorang anak akan tumbuh lebih baik jika sang ayah terlibat dalam merawat si kecil. Sangat jauh berbeda jika hanya salah satu orang tua, pada umumnya hanya sang ibu saja yang kerepotan mengurus anak, maka bayi pun turut merasakan dampak psikologisnya.

Saat si bayi lahir, ia akan menyedot perhatian selama beberapa bulan ke depan. Si ayah baru pun merasa telah dewasa karena kini ia harus melayani kebutuhan istri dan bayi. Tentu saja, hal ini akan mempengaruhi tingkat tanggung jawab yang diembannya.

Buku Brizendine juga mengupas tentang beberapa hal yang mengejutkan di mana hormon pria yang bernama prolactin, hormon yang sama dengan hormon penghasil ASI, meningkat produksinya hingga 20%.

Salah satu sisi menarik dari perubahan hormon pria ini merupakan hasil reaksi terhadap hormon feromon sang ibu yang dilepaskan oleh kelenjar keringat dari kulit ke udara. Senyawa kimia ini dapat memicu otak manusia untuk mulai membuat perubahan hormonal perilaku paternal.

Brizendine juga menggarisbawahi fakta bahwa semakin sering sang ayah menggendong dan merawat si bayi, akan semakin dalam perilaku paternal sang ayah.

Namun, para ayah bisa bernafas lega karena fluktuasi emosi dan perubahan hormon pria selama masa kehamilan dan melahirkan mulai bergerak stabil saat si bayi berusia enam minggu. Banyak yang menganggap bahwa para ayah kembali pada karakter semula ketika si kecil sudah mulai berjalan. Namun, benarkah seorang ayah dapat kembali seperti semula seperti sebelum memiliki anak? Sebagian besar orang tua mengakui kehadiran buah hati mengubah hidupnya.

You might also like
Tags: , , , , ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu