Anak juga Harus Belajar dari Kesalahan

Ketika melihat si kecil terjatuh, kita sebagai orangtuanya jelas tidak tega, sehingga menjaganya sangat hati-hati, bahkan hingga tidak membiarkan si kecil bermain dengan permainan yang menantang baginya, misal memanjat. Bahkan ketika buah hati kita bertambah usia kita pun masih belum bisa melepaskan “rasa” kekwatiran kita terhadap si kecil ini. Dengan berbagai alasan, kita kadang otomatis membantu si kecil mengerjakan PR dari sekolah, bukannnya memancingnya mencari jawaban supaya dia bisa menemukannya sendiri. Kekwatiran, ketakutan, cinta dan kasih sayang kita berbaur menjadikan kita lebih over protektif terhadap buah hati kita. Namun taukah Sista jika sikap overparenting justru malah membunuh karakter anak? Jadi biarkan anak sesekali melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya. Cukup motivasi dia agar terus mencoba hingga berhasil, dan dampingi supaya dia survive membenahi dirinya, arahkan agar dia menaklukan tantangannya.

Berikut adalah hal-hal yang akan didapat anak ketika dia melakukan kesalahan :

1. Keberanian

pemberani-8539759-5591196Butuh keberanian untuk mencoba lagi setelah mengalami kegagalan, karena si kecil mungkin gagal dan kecewa lagi. Jika ia berusaha terus hingga berhasil, ia akan memiliki rasa keberanian yang sangat tinggi. Jadi jangan bosan memotivasinya untuk mencoba lagi!

2. Percaya diri

Saat seorang anak menerima kegagalan secara positif dan terus berusaha hingga berhasil, maka rasa percaya dirinya tumbuh dengan sempurna.

3. Optimisme

Pemahaman positif akan kegagalan tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga mengajarkan optimisme pada anak. Saat mereka mampu melihat sisi baik dan menyadari bahwa mereka dapat mengulang usaha dengan upaya lebih keras dan tekun, maka semua tantangan dapat membantu anak untuk memiliki harapan untuk berhasil

4. Ketekunan

motivasi-anak-3512623-6015106Dukung si Kecil untuk mengulang kembali bila gagal, dan semangati agar ia tidak mudah putus asa. Kegagalan membantu anak belajar bersabar dan tekun.

5. Tanggung jawab

Kegagalan membuat anak paham dengan apa yang mereka lalukan dan apa konsekwensinya. Sehingga secara tidak langsung anak belajar bertanggung jawab atas perbuatannya.

6. Memecahkan masalah

Anak akan menyadari dan memahami penyebab kegagalan mereka, dan tentu di sinilah kita sebagai orangtuanya mempunyai peranan penting. Dengan bantuan orang tua, anak bisa melakukan analisa dan siap dengan solusi agar tidak gagal lagi. Pada akhirnya, anak bisa menghindari peluang kegagalan berikutnya.

7. Menerima kegagalan

Ketika anak menyadari kelebihan dan kekurangannya, mereka tidak sulit untuk menerima kegagalan sebagai bagian dari hidup. Yang terpenting adalah, mereka dapat menerima bahwa semua manusia tidak sempurna dan selalu bisa belajar dari kesalahan.

8. Belajar pentingnya kerja keras

Setelah melalui kegagalan, anak paham bahwa ia harus berusaha lebih keras lagi dan belajar dari kesalahan yang terdahulu. Tentu kita pun tak boleh meracuninya dengan kata-kata melecehkan atau yang menyakiti anak, meskipun itu untuk memotivasinya

9. Belajar tentang nilai sebuah kesuksesan

menang-2647442-5721491Bayangkan, betapa gembiranya seorang anak apabila upaya yang dilakukan berulang-ulang pasca kegagalan akhirnya berhasil. Mereka bisa belajar betapa nikmatnya sebuah kesuksesan, sebagai ‘hadiah’ yang ia dapatkan setelah bekerja keras dan berusaha terus.

10. Ambisi

Jika seorang anak selalu mendapat apa yang ia inginkan dengan mudah, ia tidak akan punya keinginan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Sebaliknya, bila kita mengijinkan anak mengalami kegagalan dan didampingi untuk memperbaikinya, ia akan memiliki impian untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Leave a Comment