No Comments

Trik Jitu Atasi Jenuh Kerja dari Rumah

36680-7-alasan-mengapa-tetap-bekerja-walaupun-sudah-menikah-055156

36680-7-alasan-mengapa-tetap-bekerja-walaupun-sudah-menikah-055156-9806874-1313902

Helena Frith Powell tak pernah berpikir menjadi ibu rumah tangga saja. Sejak kecil tertanam di dalam dirinya bahwa perempuan harus mandiri dan memiliki ambisi yang tinggi.  Tiba-tiba Helena menemukan dirinya dalam posisi bahwa ia tak perlu bekerja ketika suaminya Rupert menyarankan sang istri untuk berhenti bekerja.

“Kau bisa tinggal di rumah dan menjaga anak-anak,” kata Rupert seperti dituliskan dalam novelnya yang berjudul The Ex-Factor dan dikutip MailOnline, Kamis (10/4/2014).

Perkataan Rupert membuat Helena terhentak. Saran dari sang suami bak kutukan baginya karena selama ini ia punya asumsi tentang wanita di abad ke-21. Sebagai putri seorang ibu tunggal feminis yang mengelola perusahaan penerbitan, Helena sejak muda ditanamkan bahwa perempuan harus mandiri dan memiliki ambisi yang tinggi.

Berhenti ngantor—bagi wanita yang pernah berkarir lebih dari lima tahun—mendadak harus kerja dari rumah adalah malapetaka. Jenuh, lelah adalah dua keluhan utama. sista mengalami dan merasakan hal serupa? Simak ulasan berikut.

Kerja dari Rumah, Bersihkan Diri dan Hati

Mengurus pekerjaan rumah dan bayi atau balita tidak ada habisnya, dan ex-wanita karir manapun setuju bahwa bekerja di kantor jauh lebih nyaman daripada kerja dari rumah. Tapi, jangan sampai rasa lelah dan jenuh membuat sista selalu ingin marah.

Korbannya? Tentu saja si mungil tak berdosa yang lahir dari rahim sista. Ingat, sista ditakdirkan menjadi ibu, dan anak-anak juga tidak pernah minta dilahirkan, tapi bukankah dulu sista dan pasangan yg banyak berharap tentang kehadiran mereka? Bersikaplah adil!

Manjakan Diri Sesekali

185773717-3327684-5727655Kenapa tidak menikmati ice cream atau jalan-jalan ke alun-alun / taman kota bersama si kecil usai menyelesaikan pekerjaan setelah tenggat waktu berakhir? Kendati terlihat mudah, bekerja dari rumah seperti menulis artikel, mendesain website, atau sesimpel input data sangat menguras energi dan menuntut kedisiplinan tinggi.

Tontonlah tayangan menghibur dan mendidik bersama si buah hati. Hindari tontonan tidak bermutu seperti sinetron atau apapun yang dapat memancing emosi.

Sosialisasi dan Langsingkan Diri

Sempatkan olahraga sembari bersosialisasi dengan mereka yang memiliki masalah yang sama. Benar adanya jika bekerja dari rumah sangat menyita waktu. Tetapi meluangkan waktu untuk membakar kalori secara rutin melalui olahraga dapat memberi perubahan signifikan dalam penguasaan diri serta penaklukan emosi.

Sekali-sekali Tidak Mandiri

Ibu yang bekerja dari rumah pun memiliki kewajiban menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Meminta bantuan untuk menjaga anak kepada ibu, kakak atau teman baik mungkin bisa menjadi alternatif memangkas daftar tugas harian untuk menyelesaikan tumpukan tugas yang sudah mendekati masa jatuh temponya.

Bahkan,sista bisa ingin tugas dengan salah satu teman baik di mana sista bisa menitipkan anak sista selama 1 hari, dan menawarkan diri untuk menjaga anak si teman di waktu lainnya.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan anak menjadi korban kekesalan sista.

kidsinvolved-1996746-8032775Mengasuh anak sekaligus bekerja memang menyenangkan. Tapi ada kalanya sista merasa jenuh dan kesal dengan rumah yang selalu berantakan. ingat : jangan melampiaskan kekesalan pada anak! Tanggung jawab orang tua adalah mengasuh dan membesarkan anak. Kekesalan sista disebabkan bukan karena kesalahan anak. Solusinya? Perbaiki kemampuan untuk mengatur waktu dan emosi.

Sista malah lebih disarankan melibatkan anak dalam berbagai kegiatan beres-beres rumah. Memang akan merepotkan dan memakan waktu yang lebih lama pada awalnya. Tapi untuk jangka panjang, hal ini akan memberi sista keuntungan berganda : anak akan terlatih bertanggung jawab dan mandiri serta pekerjaan beres-beres rumah pun akan lebih ringan, selain itu kegiatan bersama ini dapat membangun kedekatan emosi sista dengan si kecil.

Selanjutnya: Berbuat adillah pada anak!

Masih ingat saat sista menikmati hidup sebagai wanita karir? sista akan melakukan apapun untuk menyelesaikan proyek besar? sista mengorbankan waktu, pikiran dan semua tenaga sista untuk menyelesaikan proyek yang diminta oleh pihak lain, demi nama baik dan kredibilitas!

Namun, bagaimana reaksi sista saat si buah hati ingin diperhatikan? Ia hendak tampil di ajang adu bakat, menghadapi ulangan kenaikan kelas, atau bahkan sakit?

Pernahkah sista bersikap tidak adil dengan menyuruh pengasuh atau ibu sista yang mengurus mereka? Ingat, tidak selamanya mereka menjadi anak kecil. So, jangan salahkan mereka jika mereka balas tidak memedulikan sista saat mereka bertumbuh besar dan dewasa.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu