No Comments

Ketika Anak Laki-laki Bermain Boneka

sdafgqrdyg

Sista Cantik semestinya tak perlu merasa khawatir jika anak laki-laki senang bermain boneka. Sebenarnya ada masanya anak laki-laki tidak akan lagi bermain boneka. Ini juga terkait dengan peran orangtua yang sebaiknya menyediakan permainan sesuai usia dan tahapan tumbuh kembang anak.
Menurut Vera Itabilianan Hadiwidjojo, Psi, anak-anak usia di bawah lima tahun atau balita sedang dalam tahap eksplorasi. Sehingga orangtua mestinya tidak membatasi jenis mainan tertentu untuk anak.
Anak laki-laki boleh bermain boneka, tapi untuk mengasah sisi kepekaan dan bakatnya yg lain sediakan juga mainan lain, seperti truk, Barbie, Lego, rumah boneka, set kereta besar dan banyak mainan lainnya, tidak ada yang diberi label MAINAN anak laki-laki atau perempuan, semua mainan diperuntukan untuk semua anak.
Senada dengan apa yang diungkapkan Psikolog anak Ajeng Raviando, Psi “Sebenarnya nggak perlu ya terlalu mengkotak-kotakan antara anak perempuan dan laki-laki karena menurut saya semakin lama pemikiran mereka semakin berkembang sesuai dengan imajinasi mereka. Biarkan mereka berimajinasi tapi tetap mendampingi mereka agar tidak keluar batas ketika berusaha mengembangkan daya kreativitasnya.” Perkuat Bonding Ayah Dengan Bayi 580x400
“Ok, anak laki-laki main boneka. Tapi ketika main, diarahkan anaknya untuk menjadi laki-laki. Seperti misalnya, eh kamu jadi ayahnya ya. Jadi nggak usah dilarang bonekanya. Cuma dibelokin aja,” jelasnya.
Tidak perlu memaksakan anak melakukan permainan yang tidak disukainya. Misalnya saja seorang anak laki-laki tidak suka bermain mobil-mobilan tapi lebih senang main dengan boneka. Namun sang ibu melarangnya bahkan memarahinya sehingga membuat anak tertekan. Hal itu bisa memengaruhi mental anak ke depannya. Coba lihat bagaimana caranya memainkan peran. Bisa saja boneka tersebut diperankannya sebagai atlet atau astronot.

Ketika sudah tahu imajinasi anak yang ingin menjadi astronot, Anda bisa menggantinya dengan boneka astronot atau hal lain yang terkait dengan harapan si kecil. Lain halnya bila anak sudah terobsesi dengan boneka tersebut. Saat anak sudah mulai terobsesi penting bagi orangtua untuk memperingatinya. Oleh sebab itu, orangtua harus selalu mendampingi anak saat sedang bermain.

“Misalnya anak laki-laki sudah mulai terobsesi ingin mendandani bonekanya maka orangtua harus bertindak. Saya tekankan lagi inilah pentingnya orangtua mendampingi anak di saat bermain. Jadi poin utamanya gimana orangtua menyisihkan waktunya untuk mendampingi anak-anak sehingga ketika anak memperlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orangtua bisa memberikan pengarahan kepadanya,” tambah psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
Vera menambahkan, dengan membebaskan anak bermain apa saja, pada akhirnya anak akan memilih prefrensi sendiri saat remaja. Hal ini akan lebih baik jika di rumah, ia diajarkan untuk membedakan gendernya. Karena penyimpangan seksual yang terjadi saat dewasa, sebenarnya bukan karena salah pilih mainan ketika balita. Melainkan pola pengasuhan dalam mengarahkan gender pada anak yang tepat.

Jadi sista….wajar bila anak laki-laki suka bermain boneka. Sama halnya dengan anak perempuan yang tidak senang bermain boneka tapi lebih tertarik dengan mobil-mobilan. Mungkin saja anak senang bermain mobil-mobilan karena imajinasinya lebih menyatu dengan lingkungan.
Tapi yang sangat perlu jadi catatan sista harus bisa meluangkan waktu setiap hari untuk dekat dengan anak. Bila memang sibuk bekerja, ambil waktu di pagi atau malam hari sebelum tidur untuk bermain dengan si kecil. Ingat, pola asuh orangtua lah yang akan membangun karakter, potensi, bakat, dan passion anak nantinya.

sdafgqrdyg-5806970-5525931Anak laki-laki bermain boneka karena hal tersebut merupakan naluriah alami, hal yang normal dan penting bagi anak untuk mencontoh dan mengambil peran yang orang dewasa mereka lihat untuk gambaran hidup mereka. Karena banyak pria dalam hidupnya memang WAJIB mengambil peran aktif dalam merawat bayi dan membesarkan anak-anak.

Dia bermain boneka karena ia belajar dan berlatih keterampilan sosial melalui kegiatan bermain peran. Dengan memainkan boneka anak-anak terfasilitasi berperan (bermain drama) sebagai ayah atau orang dewasa lainnya. Anak laki-laki bermain boneka sehingga suatu hari ia mungkin percaya diri, mencintai dan memelihara ayah, paman, kakak, teman atau pasangan. Anak laki-laki bermain boneka sehingga ia mampu mengungkapkan perasaannya, untuk mencintai secara terbuka dan jujur, dan untuk mengetahui bahwa jujur terhadap perasaan sendiri itu adalah hal yang baik untuk menunjukkan bahwa dia peduli. Biarkan dia bermain boneka karena dia bisa menjadi apa saja. Karena dia bisa memilih dengan bebas dan dengan keyakinan pekerjaannya, hobi dan jalan hidup. Anak laki-laki bermain boneka karena dia menikmatinya. Karena menyenangkan. Dan tentu tetap dampingi anak kita saat bermain.

You might also like
Tags: , , , , , ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu