No Comments

Tanda Tanda Kekerasan dalam Rumah Tangga

Belakanagan ini sista pasti sering menyaksikan, mendengar berita di televisi tentang kasus kasus KDRT yg ironisnya yang sempat diekspos media hanya yg terlanjur berujung dg kematian. Miris bukan? Sebenarnya kasus ini bagai fenomena gunung es, yg kadang kita sendiri perlu mengenal tanda-tandanya sejak dini agar kita mampu mengenali akar permasalahan yg mungkin sedang mengancam kita atau sobat kita atau orang disekitar kita. Pada umumnya, perilaku kekerasan tidak muncul begitu saja, namun terdapat tanda yang mendahuluinya. Kita memang perlu memahami tanda KDRT sehingga kita bisa menguraikan permasalahan sedini mungkin, dan tidak sampai berakibat fatal.
Tanda Tanda Kekerasan dalam Rumah Tangga

Berikut adalah tanda-tanda KDRT:

1. Terburu-buru mengambil keputusan

Ketika seseorang yang baru sista kenal langsung mengajak menikah, maka sista perlu waspada. Meskipun tidak semua lelaki memiliki kecenderungan KDRT. Orang dengan potensi berperilaku kasar membutuhkan pemenuhan kebutuhan untuk mengontrol pasangannya. Mengikat calon pasangan dalam pernikahan merupakan cara mudah untuk mendapatkan kontrol penuh.

2. Cemburu berlebihan

Cemburu merupakan tanda cinta, namun cemburu buta bisa memicu masalah. Apakah pasangan selalu ingin tahu Anda pergi dengan siapa? Apakah dia selalu menelpon untuk mengetahui keberadaan Anda? Segala perilaku tersebut pada awalnya mungkin nampak seperti sebentuk perhatian. Namun, jika dilakukan secara obsesif, kondisi ini bisa menjadi pertanda perilaku posesif dan dominasi.

3. Selalu ingin mengendalikan

Individu yang kasar dan cenderung pada kekerasan memiliki keinginan besar untuk mengontrol. Kontrol berlebihan jelas akan mengurangi kebebasan pasangan Individu yang suka mengontrol juga cenderung menggunakan kekerasan untuk memastikan pasangan tetap berada dalam kontrolnya.

4. Keras terhadap orang lain

Orang yang melakukan KDRT juga cenderung melakukan kekerasan dan agresif terhadap orang lain, khusunya pada mereka yang lebih lemah. Individu dengan kecenderungan seperti ini bahkan tega memukul atau melakukan kekerasan terhadap anak-anak untuk alasan sepele.

5. Kekerasan fisik

Kebanyakan wanita yang mengalami KDRT juga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangannya. Pelaku kekerasan nampak tidak pernah menyesal dan mengabaikan nasehat rasional.

6. Kekerasan emosional

Tanda-tanda KDRT juga meliputi kekerasan emosional kepada pasangan. Kekerasan emosiomal terjadi ketika seseorang mulai mengabaikan perasaan pasangannya. Kekerasan emosional mencakup hinaan atau cercaan yang tidak hanya dilakukan di dalam rumah tapi juga tidak sungkan-sungkan mengatakannya di tempat umum.

7. Kekerasan verbal

Kekerasan psikologi atau emosional yang meliputi pembatasan hak-hak individu dan berbagai macam bentuk tindakan teror. Yang bersifat merendahkan pasangan. Biasanya hal ini memang dipicu rasa takut kehilangan, namun dengan cara yg ekrim tidak dapat ditoleransi dan mengarah pada pembunuhan karakter di tingkat keparahan lanjutan.

8. Harapan tidak realistis

Memiliki harapan yang tidak realistis merupakan tanda perilaku kekerasan. Seseorang yang melakukan KDRT menginginkan pasangannya harus serba sempurna sesuai dengan standar yang ditetapkannya. Sayangnya, ekspektasi ini seringnya terlalu berlebihan, sehingga sista sulit untuk mewujudkannya

You might also like
Tags: , ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu